Tuesday, January 25, 2011

Victory Luncurkan High-Ball Bobber di 2012

KRT news - Produsen Amerikan Serikat Victory, yang terkenal dengan motor bergaya old school-nya akan segera luncurkan jenis terbaru, Victory High-Ball Bobber pada 2012 mendatang.

High-Ball Bobber ditampilkan dengan warna hitam, whitewall tread tires, gantungan kera, dan tidak menggunakan krom pada bagian mesin layaknya motor-motor keluaran terbaru lainnya.

High-Ball Bobber menggunakan mesin 4-stroke 50-degree V-Twin hingga mencapai 97 tenaga kuda 106/6, dengan Transmission-6 kecepatan, dan menggunakan ban Dunlop Cruisermax Tires pada bagian depan-130/90-16 67H, dan belakang 150/80-16 71H.

Warna hitam dengan aksen putih pada bagian tangki pun diberikan High-Ball Bobber. Pada bagaian ban menggunakan whitewall tread tires agar lebih terlihat old school.
<!-- more -->



"Jika Anda seorang pengendara murni dengan hasrat untuk styling old school, ini merupakan motor yang Anda jalankan untuk pertama kalinya dan tidak pernah melihat ke belakang," kata produsen sepeda motor Amerika, Victory.

Kendati akan diluncurkan pada tahun 2012, High-Ball Bobber sudah dapat dipesan di Amerika Serikat mulai bulan April ini.

Tampilan warna hitam High-Ball Bobber dibanderol dengan harga USD13.499 atau sekitra Rp190 juta.

Mio "Low Rider" dan "Chopper"

Yamah MioJunaidi Saputra asal Medan, Sumatera Utara, coba mengembangkan lagi modifikasi aliran low rider. Memang, kalau dilihat dari tampilan Yamaha Mio Sporty karyanya, terkesan kuat bahwa modifikator hanya memanjangkan sumbu roda yang menjadi ciri khas low rider. Tapi, jika dicermati betul, ada eksperimen yang tampak pada skutik berlogo garputala itu.

"Seperti tampak pada roda depan dan belakang, ikutan panjang," ungkap Junaidi, builder Admair Thula (AT) yang bermarkas di Medan. Total panjang motor jadi 3,5 meter. Artinya, dimensi Mio molor sekitar 1 meter.
<!-- more -->



Panjang undur-undur, kata Junaidi, sampai 32 cm. Ini belum termasuk ujung ban bagian luar. Namun, ada yang unik pada bagian undur-undur tersebut. Bila lazimnya konstruksi berbentuk hurup "H", di sini ia membuat model "J".
Yamaha mio

"Supaya kuat akibat beban pelek dan mesin, bahan diambil dari galvanis," paparnya. Usaha ini pun boleh diacungi jempol. Bayangkan, dengan roda belakang yang super-lebar, perangkat itu tetap berada di tengah. Jika dilihat dari aplikasi ban dan pelek, maka pastinya Mio ini masuk ke gaya bobber.

Untuk menyesuaikan bagian belakang yang sudah kelewat molor, rumah CVT dirombak ulang. Caranya, bagian itu dipotong dan ditambahi pelat 8 cm untuk menyesuaikan dengan bagian belakang, meski posisinya kurang pas lantaran sudah terlalu keluar dari tempatnya.
Headlamp custom

Roda depan yang model chopper—seperti di Harley—ternyata sulit untuk bermanuver. Radius putar sangat kecil mirip motor chopper ala H-D. Ubahan dilakukan dengan menggeser keluar komstir dan mengganti segitiga yang bentuknya enggak lagi lurus, tetapi menyerupai "V".

Ketika disuruh jalan dengan berziga-zag di antara jajaran cone, motor tampak kesusahan. Bahkan, si pengendara harus turun kaki berkali-kali. Kendati begitu, Junaidi berani menguji karyanya untuk dibawa jalan lebih dari 5 km.

Kruk As Mio Drag

Dibalik rahasia setiap mio kencang, pasti terpasang bandul kruk as Mio Drag dengan panjang stroke lebih dari standar. Jadi apabila anda merasa mentok dengan riset motor Balap mio anda, terutama untuk balap kebut lurus atau balap liar. Maka segeralah cari bandul kruk as mio Drag ini.





Tersedia dalam 2 pilihan panjang stroke, yaitu + 25 mm, dan + 35 mm dari ukuran standar. memang bandul kruk as mio ini masih terbilang mahal. tapi ini merupakan komponen yang sangat vital untuk power mesin motor mio anda. di negeri asalnya dalam keadaan full racing komponen, pemakaian bandul kruk as mio racing ini dapat melahap jarak 400 m kurang dari 12 detik. Masih penasaran ? silahkan mencoba di motor mio anda.

Wednesday, January 19, 2011

Geng motor Ring Road

KRT news - Kepala Kepolisian Resor Kota Medan, Kombes Tagam Sinaga, menegaskan, pihaknya akan menindak tegas kelompok "geng motor" yang meresahkan masyarakat dan pengendara mobil yang melintas di Jalan Ring Road, kawasan Medan Sunggal.

"Kita tidak akan pernah kompromi dengan pelaku yang selalu membuat onar di tengah masyarakat, ini merupakan tugas kepolisian untuk menertibkannya," katanya, tadi siang.

Menanggapi tindakan sekelompok geng motor yang sering mengganggu pengemudi yang melintas di Jalan Ring Road, di belakang kompleks Perumahan Setia Budi Indah, Tagam mengatakan, geng motor itu terdiri dari para pelajar dan remaja yang sering melakukan balapan liar di kawasan Jalan Ring Road yang berada di wilayah Kecamatan Medan Selayang dan Medan Sunggal.

Tagam mengatakan, ia tidak akan tinggal diam dengan tindakan kelompok geng sepeda motor yang mulai "mengusik" keamanan dan ketertiban di wilayah hukum yang sedang dipimpinnya itu.
<!-- more -->


"Kita tidak mau kekondusifan kota Medan yang selama ini benar-benar terjamin, diganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak akan dibiarkan, bila terbukti bersalah kita proses secara hukum," kata mantan Kapolsekta Medan Sunggal itu.

Selanjutnya, Tagam minta kepada masyarakat yang melihat kelompok geng motor itu melakukan perusakan atau "main hakim" sendiri, secepatnya memberitahukan aparat Polresto Medan dan polsek terdekat.

"Kita tidak akan pilih kasih untuk menertibkan pelaku yang membuat keributan atau sengaja mengganggu para pengendara mobil dan masyarakat. Mari kita ciptakan Kota Medan ini sebagai daerah yang aman, tertib dan tidak ada keributan," katanya.

Ring Road Salah Satu Tempat Tongkrongan Anak Medan

Kawasan ring road Jalan Gagak Hitam Medan kini menjadi tempat tongkrongan baru bagi anak kawula muda Medan di setiap malam minggu, Hampir di sepanjang jalan yang baru dibangun pada 2007-2008 lalu ini, dipadati warga Medan, khususnya anak-anak muda. Lokasi ini seakan menjadi lokasi nongkrong favorit bagi kawula muda.

Dari pantauan antarasumut.com, Sabtu, pada malam Minggu atau malam hari libur lainnya, bahkan hampir setiap malam lokasi ini selalu dipadati pengunjung,lokasi ini sangat padat. Justru karena padatnya, ruas jalan di sana menjadi macet. Sepeda motor dan mobil pun parkir berjejer dipinggir jalan, sehingga jalan nampak sesak.

Bukan itu saja para pedagang pun ikut menjajakan dagangannya di sana. Mulai dari tukang bakso, jagung bakar, hingga rumah makan pun ikut meramaikan lokasi tersebut. Selain itu, di sana juga terdapat arena futsal sehingga membuat suasana di sana lebih hidup.
<!-- more -->

“Kebanyakan orang yang datang ke sini untuk cuci mata sambil ngumpul bareng teman-teman,” kata Qadri, warga Jalan Setia Budi Medan, saat ditemui antarasumut.com, Sabtu.
Qadri menambahkan, lokasi ini menjadi tempat nongkrong baru bagi kawula muda. Dia bilang, sebelum ada lokasi ini, dia dulu sering nongkrong di kawasan warung kopi (Warkop) Sudirman. Namun, setelah lokasi ini menjadi ramai, dia pun beralih ke kawasan ring road ini.

“Lokasinya lebih strategis apalagi kalau malam di sini lebih romantis, dan udaranya segar,” paparnya.
Menurutnya, yang bikin ramai kawasan ini adalah para pedagang jagung bakar yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

“Awalnya hanya beberapa saja pedagang jagung bakar berjualan di sini. Setelah kawasan ini ramai dikunjungi, lama-lama pedagang jagung bakar mulai menjamur,” ungkapnya lagi.
Ternyata, bukan cuma kawula muda yang sering nongkrong di kawasan ini. Buktinya, sejumlah masyarakat dari beragam profesi juga sering meluangkan waktu nongkrong di sini.

Sebut saja Syamsuddin, yang mengaku PNS di salah satu Kantor dinas di Medan. Dia sering membawa keluarganya ke kawasan ini untuk bersantai.

“Ya, suasananya bagus. Di sini bisa dibilang segala macam makanan tersedia. Mulai dari jagung bakar, bakso, nasi goreng, ayam penyet dan makanan lainnya ada di sini, tinggal kita sesuaikan saja dengan kondisi kantong kita,” bilangnya.